3 Prediksi Kripto Terbesar untuk Bulan Juli 2024

  • Share


Perhatian pasar di bulan Juli utamanya tertuju pada potensi peluncuran ETF Ethereum spot. Namun, Bitcoin dan beberapa aset kripto papan atas lainnya memiliki agenda yang juga tak kalah signifikan menanti di depan.

BeInCrypto mengulas prediksi kripto terbesar untuk bulan Juli 2024 yang berpotensi memengaruhi pasar kripto.

Harga Bitcoin (BTC) Terancam Cetak Level Terendah Bulan Jamak

Harga Bitcoin bertengger di angka US$61.150 pada saat publikasi, sanggup bertahan di atas zona US$60.000. Kendati banyak yang khawatir soal ketidakpastian pasar dapat menyeret harganya turun ke bawah level ini, mereka mungkin telah melewatkan gambaran yang lebih besar.

BTC pada grafik mingguan terlihat membentuk pola double-top. Pola makro bearish ini menandakan, aset ini mungkin akan mengalami tren turun. Selain itu, harga Bitcoin juga nampak mengalami breakdown ke bawah neckline US$61.483.

Aksi breakdown ini kemungkinan menemui support di US$58.874. Hanya saja, pola yang tersaji mengisyaratkan penurunan yang jauh lebih besar. Target harganya yaitu tren turun sedalam 17% ke bawah neckline, tepatnya di US$50.982. Bila benar mencapai ini, maka akan menghasilkan level terendah selama 4 bulan terakhir untuk BTC.

Adapun peluang terwujudnya skenario ini cukup kokoh, mengingat pepatah “sell in May and go away” terus berdampak pada arus masuk ETF BTC spot. Dengan memadukan aspek ini dengan volatilitas pasar kripto, maka aksi turun sangat mungkin terjadi.

Bitcoin Price Analysis.
Analisis Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Meski begitu, harga Bitcoin juga bisa melancarkan rebound dari zona US$60.000 atau US$58.847 guna menggagalkan prediksi bearish yang ada. Syarat untuk terwujudnya skenario ini yaitu Bitcoin wajib merebut kembali titik US$62.000 sebagai support.

Arbitrum Berpotensi Sentuh Rekor ATL Baru

Tergelincirnya harga Arbitrum memang sudah diperkirakan. Namun, ancaman mengenai rekor terendah sepanjang masa (all-time low / ATL) yang baru nyatanya sangat mengkhawatirkan. ARB sendiri merupakan token layer-2 (L2) terbesar kedua setelah Polygon (MATIC). Aset ini mencatat merosotnya permintaan secara signifikan dalam beberapa minggu terakhir, yang bermuara pada tren turun harga yang masif. Sejak awal Maret, ARB sudah turun lebih dari 60% menjadi US$0,799, membentuk pola head and shoulders.

Sebagai informasi, pola head and shoulders adalah pola grafik bearish reversal dengan tiga puncak—puncak tengah yang lebih tinggi (head) diapit oleh dua puncak yang lebih rendah (shoulder). Begitu neckline berhasil diterobos, tandanya ada potensi pembalikan (reversal) dari tren bullish ke bearish.

Mengacu pada pola ini, target harga Arbitrum diproyeksikan ada di US$0. Namun, ini tidak masuk akal karena ARB adalah aset yang secara fundamental kuat. Karena itu, prospek yang paling mungkin bagi ARB yakni tersentuhnya rekor ATL baru, karena saat ini harganya masih berada di atas level minimum terkini yaitu US$0,739.

Sementara itu, pergeseran sentimen pasar dapat mempercepat laju koreksi ini. Dan sebelum akhir Juli, ARB bisa saja mencetak ATL baru.

Arbitrum Price Analysis.
Analisis Harga Arbitrum | Sumber: TradingView

Di sisi lain, jika Arbitrum berhasil memantul dari US$0,739, harganya bisa mencoba menerobos US$0,929. Berhasilnya usaha ini berpotensi mengantarkan harga ARB ke atas US$1,00, sekaligus membatalkan prediksi bearish.

NFT Sekarat?

Non-fungible token (NFT) mulai mendulang popularitas tahun 2022 silam. Namun, sejak saat itu, kinerjanya mengecewakan. Beberapa kebangkitan aktivitas serta permintaan memang sempat terjadi di Q1 tahun ini.

Sayangnya, kebangkitan ini berumur pendek. Selama tiga bulan terakhir saja, volume perdagangan keseluruhan untuk NFT sudah anjlok dari US$38,8 juta menjadi US$7,9 juta, atau turun 81%.

NFT Trading Volume.
Volume Perdagangan NFT | Sumber: Dune

Adapun penyebab di balik penurunan ini ada dua. Pertama, minimnya inovasi yang sektor ini tawarkan tak ayal membuat permintaannya loyo. Kedua, telah terjadi lonjakan pilihan investasi serta aset alternatif, termasuk aset dunia nyata (real-world asset / RWA).

Di samping itu, munculnya token artificial intelligence (AI) juga berhasil mencuri perhatian investor. Mengingat besarnya potensi pertumbuhan AI, investor kripto pun akhirnya lebih condong memilih token AI.

Alhasil, volume perdagangan NFT bisa jadi akan terus merosot seiring dengan menguatnya kondisi pasar yang bearish serta faktor-faktor yang disebutkan di atas.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 prediksi kripto terbesar untuk bulan Juli 2024 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.



  • Share