10 Makanan yang Bikin Cepat Tua, Nomor 7 Sebabkan Kulit Keriput

  • Share



loading…

Beberapa jenis makanan bikin cepat tua tanpa disadari. Meski terasa enak, makanan ini sebaiknya dihindari atau batasi konsumsinya agar tetap terlihat awet muda. Foto/Allrecipes

JAKARTA – Beberapa jenis makanan bikin cepat tua tanpa disadari. Meski terasa enak, makanan ini sebaiknya dihindari atau batasi konsumsinya agar tetap terlihat awet muda dan menunjang penampilan sehari-hari.

Pada dasarnya proses penuaan tidak dapat dihentikan. Namun, Anda dapat memperlambatnya dengan mengonsumsi nutrisi yang baik dan menghindari makanan yang menyebabkan cepat tua .

Di sisi lain, apa yang Anda makan setiap hari memengaruhi seberapa cepat tubuh menua. Selain itu, makan sehat dapat membantu Anda tetap aktif dan meningkatkan kekebalan. Penuaan sendiri proses alami, hasil dari kerusakan molekuler dan seluler dari waktu ke waktu.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan kekuatan secara bertahap dan peningkatan risiko masalah kesehatan. Berikut makanan yang bikin cepat tua dilansir dari Medicinet, Selasa (11/6/2024).

10 Makanan yang Bikin Cepat Tua

1. Makanan yang Digoreng

Makan makanan yang digoreng pada suhu tinggi melepaskan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel. Radikal bebas ini mengarah pada proses yang disebut cross-linking, yang mempercepat proses penuaan.

Cross-linking melemahkan elastisitas kulit dan berdampak negatif pada molekul dalam tubuh. Itu juga memengaruhi kemampuan tubuh untuk menghilangkan racun, yang dapat memperburuk kerusakan kulit, bengkak, keriput, dan jerawat.

2. Roti Putih

Karbohidrat olahan, seperti roti putih, mengarah pada pembentukan produk akhir glikasi lanjutan (AGE), yang meningkatkan risiko penyakit kronis dan mempercepat proses penuaan dengan menyebabkan peradangan dalam tubuh.

3. Daging Olahan

Daging olahan seperti sosis, bacon, dan pepperoni berbahaya bagi kulit Anda karena mengandung sulfit, lemak jenuh, dan natrium. Ini dapat mengeringkan kulit dan menyebabkan peradangan, yang mengendurkan kolagen dalam prosesnya.



Source link

  • Share